Kenapa Kita Sering Meremehkan Diri Sendiri
Kenapa Kita Sering Meremehkan Diri Sendiri
Pernah nggak, kamu berhasil melakukan sesuatu, tapi reaksi pertamamu malah, "Ah, itu mah biasa"? Atau saat orang lain memuji, kamu cepat-cepat menjawab, "Kebetulan aja," "Nggak seberapa," "Masih banyak yang lebih hebat kok"?
Aku sering begitu.
Entah sejak kapan, meremehkan diri sendiri terasa seperti kebiasaan. Seolah-olah mengakui kemampuan sendiri itu sombong. Seolah-olah bangga pada diri sendiri itu berlebihan. Jadi kita pilih jalan aman: mengecilkan apa yang sudah kita lakukan.
Padahal, tanpa sadar, kita sedang mengajarkan diri sendiri untuk tidak melihat usaha kita sebagai sesuatu yang berarti.
Aku mulai sadar, kita sering lebih mudah melihat kekurangan daripada kemajuan. Lebih cepat mengingat kesalahan daripada keberhasilan. Satu kesalahan kecil bisa menghapus sepuluh hal baik yang sudah kita lakukan. Dan anehnya, itu terasa "normal".
Mungkin karena kita terbiasa membandingkan. Melihat orang lain yang terlihat lebih cepat, lebih rapi, lebih berhasil. Lalu kita menyimpulkan: punyaku belum layak dirayakan.
Atau mungkin karena kita takut puas. Takut kalau mengakui diri sendiri, kita jadi berhenti berkembang. Padahal, menghargai diri sendiri bukan berarti berhenti tumbuh. Justru sebaliknya—itu memberi kita tenaga untuk melangkah lebih jauh.
Aku mulai belajar satu hal kecil: kalau aku bisa menyemangati teman atas hal sederhana yang dia lakukan, kenapa aku nggak bisa melakukan hal yang sama ke diriku sendiri?
Kalau teman bilang, "Aku akhirnya beresin tugas itu," aku akan bilang, "Keren, kamu hebat sudah menyelesaikannya." Tapi ke diri sendiri, aku sering bilang, "Ya memang harusnya begitu." Tanpa tepuk tangan. Tanpa jeda untuk menghargai usaha.
Pelan-pelan, aku coba mengubahnya.
Sekarang, kalau berhasil melakukan sesuatu—sekecil apa pun—aku coba bilang, "Oke, itu tidak mudah, dan kamu berhasil." Kedengarannya sepele, tapi rasanya beda. Lebih hangat. Lebih jujur.
Kita nggak harus menunggu pencapaian besar untuk mulai menghargai diri sendiri. Bertahan di hari yang berat itu juga pencapaian. Mencoba lagi setelah gagal itu juga keberanian. Bangun dan tetap jalan saat rasanya malas itu juga usaha.
Kalau kamu sering meremehkan diri sendiri, aku mau bilang: kamu mungkin lebih kuat dan lebih jauh melangkah daripada yang kamu kira.
Coba berhenti sebentar. Lihat ke belakang. Lihat sejauh apa kamu sudah berjalan.
Dan mungkin, untuk pertama kalinya hari ini, bilang ke diri sendiri: "Aku sudah berusaha. Dan itu layak dihargai." 🌿
Ulasan
Catat Ulasan