Tentang Insecure dan Cara Menguranginya

Tentang Insecure dan Cara Menguranginya

Ada hari-hari di mana aku melihat cermin dan merasa, "Kok rasanya aku kurang terus, ya?" Kurang pintar. Kurang berani. Kurang menarik. Kurang berhasil. Padahal, kalau dipikir-pikir, nggak ada yang benar-benar berubah. Yang berubah cuma cara aku memandang diriku sendiri.

Itulah insecure. Datangnya pelan, tapi efeknya bisa lama.

Insecure sering muncul saat kita terlalu sering membandingkan. Melihat hidup orang lain yang terlihat lebih rapi, lebih cepat, lebih "jadi". Lalu tanpa sadar, kita mulai mengukur diri dengan penggaris yang bukan milik kita.

Aku juga sering begitu. Scroll sedikit, lihat pencapaian orang, lalu hati mengecil. Bukan karena aku membenci mereka, tapi karena aku jadi merasa diriku kurang.

Yang jarang kita sadari: kita sering membandingkan "belakang layar" kita dengan "panggung depan" orang lain. Kita tahu betul capeknya hidup kita sendiri, tapi cuma melihat potongan terbaik dari hidup orang lain. Nggak adil, tapi sering kita lakukan.

Pelan-pelan, aku belajar satu hal penting: perasaan insecure itu manusiawi. Dia muncul bukan karena kita lemah, tapi karena kita peduli. Kita ingin jadi lebih baik. Kita ingin cukup. Masalahnya, kalau dibiarkan, insecure bisa berubah jadi suara kecil di kepala yang terus meragukan kita.

Aku mulai coba menguranginya dengan hal-hal sederhana.

Pertama, berhenti terlalu sering membandingkan. Bukan berarti nggak boleh kagum pada orang lain, tapi ingatkan diri sendiri: jalanku beda. Waktuku beda. Ceritaku beda.

Kedua, mulai mencatat hal-hal kecil yang sudah aku lakukan. Nggak harus pencapaian besar. Kadang cuma berhasil menyelesaikan satu tugas, atau berani bilang "tidak", atau sekadar bertahan melewati hari yang berat. Ternyata, kalau dilihat, aku juga bergerak.

Ketiga, belajar bicara lebih lembut ke diri sendiri. Daripada bilang, "Aku nggak pernah bisa," aku coba ganti dengan, "Aku lagi belajar." Kedengarannya sepele, tapi cara kita bicara ke diri sendiri pelan-pelan membentuk cara kita melihat diri sendiri.

Insecure mungkin nggak akan hilang sepenuhnya. Dan itu nggak apa-apa. Yang penting, kita nggak membiarkannya mengatur seluruh hidup kita.

Aku masih sering merasa kurang. Tapi sekarang, aku juga mulai bisa bilang: aku mungkin belum sampai, tapi aku sedang jalan. Dan itu cukup untuk hari ini.

Kalau kamu lagi merasa insecure, aku mau bilang: kamu nggak sendirian. Kamu nggak rusak. Kamu cuma manusia yang lagi belajar tumbuh.

Pelan-pelan ya. Nggak perlu jadi versi orang lain. Jadi versi dirimu sendiri yang terus belajar, itu sudah lebih dari cukup. 🌿



Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Kesehatan Usus dan Mikrobioma: Kunci Sistem Imun dan Kesejahteraan Tubuh

Manfaat Berjalan Kaki Setiap Hari: Aktivitas Ringan dengan Dampak Besar

Detoksifikasi Alami Tubuh: Fakta, Mitos, dan Cara yang Tepat