Tentang Menerima Bahwa Kita Tidak Bisa Menyenangkan Semua Orang
Tentang Menerima Bahwa Kita Tidak Bisa Menyenangkan Semua Orang
Ada masa di mana kita ingin semua orang senang. Tidak ingin mengecewakan. Tidak ingin dianggap salah. Tidak ingin dilihat buruk. Jadi kita menyesuaikan diri ke sana-sini, mengubah sedikit-sedikit diri kita, sampai kadang kita lupa: sebenarnya aku mau apa?
Aku juga pernah ada di situ.
Aku bilang "iya" padahal ingin bilang "tidak". Aku setuju meski di dalam hati ragu. Aku menahan pendapat supaya suasana tetap aman. Dan pelan-pelan, aku capek sendiri—karena ternyata, menjaga semua orang senang itu pekerjaan yang tidak ada habisnya.
Yang lebih jujur adalah ini: apa pun yang kita lakukan, akan selalu ada yang tidak setuju. Akan selalu ada yang kecewa. Akan selalu ada yang menilai. Dan itu bukan karena kita jahat atau kurang baik—itu karena kita manusia yang berbeda-beda.
Menerima bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua orang itu bukan berarti kita jadi cuek atau tidak peduli. Itu berarti kita mulai memilih dengan lebih jujur: mana yang benar-benar sesuai dengan nilai dan batas kita, dan mana yang cuma kita lakukan karena takut.
Aku mulai belajar, ketika aku lebih jujur pada diriku sendiri, memang ada yang tidak senang. Tapi anehnya, hatiku justru lebih tenang. Aku tidak lagi hidup di bawah bayang-bayang semua ekspektasi orang.
Kita tetap bisa jadi orang yang baik tanpa harus mengorbankan diri sendiri. Kita tetap bisa peduli tanpa harus selalu mengalah. Kita tetap bisa menghargai orang lain tanpa harus kehilangan arah hidup kita sendiri.
Kalau sekarang kamu sering merasa capek karena terlalu memikirkan penilaian orang, aku mau bilang: kamu boleh berhenti sebentar. Tarik napas. Ingat bahwa hidupmu bukan panggung untuk memenuhi semua keinginan penonton.
Pelan-pelan ya. Kamu tidak harus disukai semua orang untuk jadi orang yang baik. Kadang, cukup dengan jujur pada diri sendiri dan tetap berusaha bersikap baik—itu sudah lebih dari cukup. 🌿
Ulasan
Catat Ulasan